oleh

Figur Pengganti Saleky Wakil Bupati Buru Selatan Sedang Digodok

Jantje Ari Soukotta

 

Buru, Aktual News-Teka-teki tentang siapa kira-kira yang kelak akan diusung untuk menduduki jabatan Wakil Bupati Buru Selatan menggantikan almarhum Buce Ayub Salekyakhirnya terjawab. Berdasarkan hasil penelusuran media ini melalui salah satu sumber terpercaya akhirnya terungkap, DPP Partai Demokrat sebagai Partai Pendukung pasangan calon Tagop Soulissa – Buce Saleky dalam pemilukada Buru Selatan tahun 2017 lalu beberapa hari belakangan ini tengah memproses bakal calon yang sedianya akan diajukan kepada DPRD Kabupaten Buru Selatan di Namrole agar diproses lebih lanjut untuk mengisi jabatan Wakil Bupati yang lowong pasca meninggalnya Buce Saleky. Figur bakal calon tersebut tidak lain, adalah fungsionaris DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku, Jantje Ari Soukotta. Soukota selain sebagai fungsionaris DPD Partai Demokrat Provinsi Maluku yang sehari-harinya berprofesi sebagai seorang usahawan, suami dari seorang Pendeta Gereja Protestan Maluku (GPM) di Ambon ini juga adalah seorang aktivis yang sudah lama malang-melintang dalam gerakan-gerakan anti KKN di Maluku bahkan tak jarang sampai merambah jauh memasuki ibukota negara di Jakarta. Sumber lain juga mengatakan Soukota adalah tokoh yang ikut membidani berdirinya Partai Demokrat Kabupaten Buru di Namlea tahun 2003-2004 lalu, yaitu sejak sebelum pemisahan Buru Selatan sebagai daerah otonom yang terpisah.

Seperti diketahui, pada sore hari Sabtu (19/1) lalu sekitar pkl 17:20WIT, Wakil Bupati Buru Selatan, Buce Ayub Saleky, meninggal dunia setelah beberapa saat sempat dirawat di RSUD Namrole di Buru Selatan. Berdasarkan hasil diagnose yang dilakukan pihak RSUD di Namrole, salah satu tokoh pemekaran Buru Selatan kelahiran Kase 28 Juni 1960 yang juga mantan ASN/PNS pada Pem-Prov Maluku ini ternyata mengidap komplikasi penyakit jantung dan gula darah.

Kabar persiapan Soukota sebagai pengganti Wakil Bupati Buru Selatan ini disambut gembira oleh salah seorang sahabat karibnya, pengamat hukum Bansa Angkotasan SH. Koordinator Divisi Advokasi Hukum & HAM pada Lembaga Study Kebijakan Publik (eLSKaP) ini berpendapat, Partai Demokrat memang sudah selayaknya jangan membiarkan jabatan ini lowong dalam waktu berlarut-larut sebagaimana halnya jabatan Wakil Gubernur DKI Jaya yang sudah sekian lama ditinggalkan oleh Sandiaga Uno ternyata belum juga terisi.

Almarhum Saleky, kata Angkotasan, adalah kader Partai Demokrat, maka dengan demikian sudah selayaknya jabatan yang lowong itu secepatnya diisi lagi oleh figur terbaiknya, dan jika ternyata pilihan itu dijatuhkan pada Soukota, menurut dia sangat tepat. Jabatan wakil kepala daerah menurut dia, kadang-kadang salah dimaknai sehingga menimbulkan tafsir seakan-akan sebuah “ban serep” saja atau hanya sekedar sumplemen belaka bagi Kepala Daerah. Padahal sesungguhnya tidak demikian, sebab wewenang, kewajiban dan tanggungjawabnya sudah diatur dalam UU Pemerintah Daerah Nomor 23 tahun 2014, yang apabila dijabarkan secara lebih luas ada keniscayaan tidak akan bisa dijabat rangkap oleh kepala daerah, apalagi dalam limit waktu yang  terlalu lama tentu implementasinya tidak mudah.

Kepastian tentang kabar ini dari pihak DPP Partai Demokrat di Menteng Jakarta Pusat sendiri belum ada sumber yang bisa dihubungi media ini untuk dimintai konfirmasinya.

Akan halnya Soukotta, saat dihubungi dari Jakarta melalui ponselnya sore hari Rabu 20/2, mengaku sedang di Pulau Saparua, bahkan dalam suasana duka gara-gara kakaknya meninggal dunia baru saja dimakamkan. Hanya dia membenarkan kabar pengusungan dirinya sebagai Calon Wakil Bupati Buru Selatan pengganti Saleky almarhum. Dimintai penjelasannya yang agak lebih rinci tentang kabar tersebut karena ada yang rada penasaran, Soukota masih tetap dengan nada lazimnya yang low-profil mengatakan : “itu inisiatif DPP, Bang, saya sendiri sama sekali tidak tahu. Bahkan ketika tiba-tiba dipanggil menghadap ke pusat saya tidak menduga bakal diserahi beban itu, karena bagi saya beban semacam itu adalah kepercayaan sekaligus amanah yang tentu saja tidak ringan. Hanya walau bagaimana pun, sebagai kader partai kita selalu siap melaksanakan amanah apa saja yang diperintahkan DPP sebagai wujud loyalitas”. Dia juga menerangkan dirinya sedang menunggu waktu akan bersama pihak DPP ke Singapura menemui langsung Ketua Umum DPP Susilo Bambang Yudoyonodi sana karena Presiden RI ke-6 belum bisa kembali ke tanah air.

Terkait pengusungan dirinya, Sokutta menjelaskan, bahwa baru beberapa hari lalu mendadak dia dipanggil ke Jakarta menghadap pada Badan Pusat Pengkajian Strategi dan Kebijakan DPP Partai Demokrat di Jln Proklamasi Pegangsaan Menteng Jakarta Pusat, tetapi dalam panggilan itu tidak diberitahukan apa tujuannya. Begitu tiba dan datang menghadap baru diberitahukan dirinya sudah diusulkan kepada DPP untuk dipersiapkan sebagai Bakal Calon Wakil Bupati pengganti almarhum Saleky. Akhirnya secara marathon selama beberapa hari itu pula dia harus bekerja keras melengkapi syarat-syarat administrasi yang dibutuhkan sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sahabatnya Angkotasan menilai Soukota adalah figur yang sangat tepat mengisi jabatan lowong itu, sebab menurutnya, dia visioner, inovatif dan dinamis, dalam arti punya segudang ide atau gagasan, dan gagasan-gagasan itu pada umumnya berorientasi perubahan ke arah yang lebih baik, selain itu, orangnya selalu ingin bergerak atau tak pernah diam bila hal baik apa yang ada dalam benaknya belum terwujud. Ini semua menurut penilaian Angkotasan, bila disandingkan dengan Bupati Tagop Soulissa diyakininya kelak akan mampu membawa perubahan lebih cepat dalam sisa masa kepemimpinannya yang tinggal kurang lebih 2 tahun bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Buru Selatan seutuhnya.[ Red/Akt-13]

 

Munir Akhmad
Aktual News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed