oleh

Diduga, Oknum Manager RIG ASIS Perusahaan RIG di Duri Angkut Barang PT. CPI Senilai Ratusan Juta

Duri, Aktual News -Kota Duri sebagai salah satu kota minyak yang ada di Provinsi Riau, Tepatnya adalah sebagai Transit dari Kota Pekanbaru ke Kota Medan. Kota minyak seakan menjadi ladang bagi pemburu dollar. Ratusan perusahaan dibawah naungan PT. Chevron Pasific Indonesia (PT. CPI) menjadikan kota Duri sangat terkenal di seantero Dunia dengan minyaknya. Banyaknya pengeboran minyak membuat asset negara yang tidak terkontrol atau justru malah dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

Salah satunya, temuan tim yang sudah melakukan pengintaian selama beberapa tahun terkait aset negara , ada oknum yang bermain dengan barang-barang atau aset PT. CPI yang terkumpul dalam beberapa titik pengumpulan (Junk Yard).

Dari beberapa saksi yang dijumpai oleh Tim, yang tidak mau disebutkan identitasnya, mengatakan terkait dengan kronologis pengangkutan unit / barang PT. CPI di salah satu Junk Yard yang ada di Kota Duri.

Berikut Kronologisnya:

MEMOTONG BAUT KEDUDUKAN WINK :
Hari Sabtu Tanggal 17 Novemver 2018, saudara inisial (OA) sebagai Chiep Mechanic Yard PT. AC* km 08 Kulim masuk ke Junk Yard PT. CPI WDR 125. Menggunakan mobil Mechanic WDR (RIG ASIS) BM 8929 TF bermuatan HACITELIN dan OXIGEN + CUTTING TORCH untuk memotong baut WINCK di Unit PT. CPI.

PENGAMBILAN BARANG :
Hari Jum’at, 23 Nopember 2018 saudara (OA) sebagai Chief Mechanic PT. AC* Yard km 08 masuk ke Junk Yard PT. CPI WDR 125 dengan mengemudikan Foco Truck 8 Ton BM 8994 TU.

Terakhir, saudara inisial (AP) memuat Unit Wink tersebut menggunakan Crane PT. CPI Nomor dinding 2×286, operator langsung saudara (AP) sebagai Manager Rig Asis WDR PT. AC* . Sekira pukul 19.00 WIB didampingi oleh saudara inisial (MF).

BARANG DIBAWA KE YARD PT. AC* KULIM 08 :
Hari Jum’at, 23 Nopember 2018, Barang-barang tersebut dibawa oleh saudara (OA) ke Yard PT. AC* Km 08 Kulim.
Dari hasil temuan dan pengembangan beberapa saksi, hal ini menjadi dugaan yang mencengangkan. Ternyata, bukan kali ini saja dan bukan hanya barang/unit seperti yang disebutkan diatas. Tapi masih ada dugaan-dugaan lain yang sangat mencengangkan yang telah merugikan negara ratusan juta dan bahkan milyaran.
Untuk mencari kebenaran dari hasil temuan oleh TIM, awak media mencari saudara (AP) dan akhirnya berhasil mengirimkan pesan melalui nomor WA (0813-7895-2xxx).
Pesan yang terkirim ke (AP) :

“Siang Pak (AP)
Saya dari Pimpinan Redaksi,
Ingin memastikan dan konfirmasi terkait dengan barang-barang PT. CPI yang ada di Junk Yard PT. CPI, DIDUGA ada permainan, dan disini sudah kita pantau dengan TIM sejak dari beberapa tahun yang lalu.”

Pertanyaannya.
Apakah benar bapak memuat Unit Wink dari Junk Yard PT. CPI menggunakan Crane PT. CPI Nomor dinding 2×286 ?… Sekira pukul 19.00 WIB ?
Berikut Kronologisnya:

MEMOTONG BAUT KEDUDUKAN WINK :
Hari Sabtu Tanggal 17 Novemver 2018, saudara inisial (OA) sebagai Chiep Mechanic Yard PT. AC* km 08 Kulim masuk ke Junk Yard PT. CPI WDR 125. Menggunakan mobil Mechanic WDR (RIG ASIS) BM 8929 TF bermuatan HACITELIN dan OXIGEN + CUTTING TORCH untuk memotong baut WINCK di Unit PT. CPI.

PENGAMBILAN BARANG :
Hari Jum’at, 23 Nopember 2018 saudara (OA) sebagai Chief Mechanic PT. AC* Yard km 08 masuk ke Junk Yard PT. CPI WDR 125 dengan mengemudikan Foco Truck 8 Ton BM 8994 TU.

Terakhir, saudara inisial (AP) memuat Unit Wink tersebut menggunakan Crane PT. CPI Nomor dinding 2×286, operator langsung saudara (AP) sebagai Manager Rig Asis WDR PT. AC* . Sekira pukul 19.00 WIB didampingi oleh saudara inisial (MF).

BARANG DIBAWA KE YARD PT. AC* KULIM 08 :
Hari Jum’at, 23 Nopember 2018, Barang-barang tersebut dibawa oleh saudara (OA) ke Yard PT. AC* Km 08 Kulim.
Mohon Tanggapannya. Karena Inisial (Nama Bapak) ada tertera dalam catatan TIM.
Terimakasih.

Sampai berita ini diturunkan tim sudah mengklarifikasi terkait temuan ini namun hingga saat ini tidak ada jawaban .[ Red/Akt-01]

 

Tim
Aktual News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed