oleh

Kelurahan Kramat  Pasien Positif Covid-19Terus Melojak, RT/RW Diminta Proaktif Awasi

Jakarta, Aktual NewsBila dibandingkan dengan beberapa wilayah Kelurahan lain di ibukota negara DKI Jakarta, data pertambahan jumlah pasien yang terkonfirmasi sudah positif terinfeksi virus corona alias covid-19 khususnya di Kelurahan Kramat Kecamatan Senen Jakarta-Pusat dinilai mencemaskan. Rasa cemas ini diungkapkan sendiri oleh salah seorang warga Kramat-Pulo, Hendra, saat ditemui media ini tadi malam, Minggu (17/5), tidak berapa jauh dari kediamannya di Jln Kramat-Pulo Dalam II.

Tak heran, dia menghimbau para Ketua RT dan Ketua RW se-Kelurahan Kramat agar lebih proaktif, jangan hanya menunggu saat pembagian bantuan-bantuan sosial saja melainkan setidak-tidaknya aktif memberikan penyuluhan melalui himbauan atau arahan, sekaligus mengawasi gerakan warga dengan memberikan teguran atas sesuatu pelanggaran agar warga selalu mematuhi syarat-syarat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah Provinsi DKI Jaya di bawah pimpinan Gubernur Anies Baswedan yang penerapannya sekarang jelang akhir tahap ke-2.

Gerangan apakah penyebabnya Hendra dililit kecemasan, dari penuturannya kelihatan disebabkan karena laju pertumbuhan angka pasien positif di Kelurahan Kramat mulai awal bulan Mei 2020 hingga memasuki minggu ke-2  dinilai sangat cepat, setidak-tidaknya frekwensinya jauh melampaui Kelurahan tetangganya di Paseban.

Bayangkan saja, katanya, menurut data per hari Selasa (28/4), perbandingan jumlah pasien positif di Kelurahan Kramat baru berjumlah 10 orang sementara di Paseban sudah mendahului jumlah itu sebanyak 12 orang. Salah satu Kelurahan lain yang dikemukakannya dengan istilah pelengkap pembanding, yaitu di Bukit Duri Tebet Jakarta Selatan pada saat yang sama jumlah pasien positif malah berjumlah 13 orang.

Pada hari Jumat (1/5), Kelurahan Paseban naik tipis menjadi 15 orang dan Bukit-Duri bertahan 13 orang sedangkan di Kelurahan Kramat malah sudah melampaui sebanyak 17 orang. Selanjutnya, datang pada hari Senin (11/5), jumlah pasien positif di Kelurahan Kramat sudah naik hampir 2 x lipat menjadi 28 orang, sementara tetangganya di Kelurahan Paseban hanya bertambah 6 menjadi 18 orang.

Ternyata, sampai kemarin Minggu (17/5), katanya, dari data Pem-Prov DKI jumlah pasien positif di Kelurahan Kramat sudah melonjak tinggi hingga berjumlah 45 orang atau naik sebesar 3 kali lipat bila dibandingkan dengan data per hari Jumat (1/5), sementara di Paseban baru mencapai 20 orang atau bertambah 5 orang malah Bukit Duri 17 orang atau naik hanya 4 orang.

Mencoba menelusuri kebenarannya dengan membuka data Pem-Prov DKI Jakarta pada laman website http://corona.jakarta.go.id/peta,  ternyata memang ada benarnya, sebab menurut data per hari Minggu (17/5) sesuai dengan apa yang disebutkan, yaitu pasien positif yang terkonfirmasi sudah terinfeksi virus ini di Kelurahan Bukit-Duri 17 orangPaseban 20 orang sedangkan Kramat justru mencapai 45 orang.

Ditanyakan kira-kira apa saja faktor penyebabnya yang paling dominan, menurut Hendra, ini tak aneh, karena dalam interaksi sehari-hari di lingkungan kediamannya nampak banyak warga yang mengabaikan seruan dan himbauan hingga syarat-syarat yang disampaikan Pemerintah berkenaan dengan upaya-upaya penanggulangan penularan virus corona atau covid-19.

Sambil berdiri di Jln Kramat-Sentiong berhadapan gapura masuk kawasan Kramat-Pulo Dalam II memperhatikan lingkungan sekelilingnya, nampaknya benar apa yang dikeluhkan Hendra. Banyak warga kelihatannya tidak menghiraukan larangan berkerumun atau bergerombol bahkan sebagian dari mereka nampak asik kongkow dan bersenda-gurau tanpa memakai masker. Pada sisi-kiri jalan masuk ke Kramat-Pulo Dalam II kira-kira sejauh 10meter dari Gapura berseberangan jalan dengan Pos Pangkalan Ojek, nampak sejumlah pria sedang berkumpul duduk ngobrol dalam jarak yang sangat dekat bahkan sebagian kurang dari 1 meter tetapi umumnya tidak memakai masker.

Pengabaian warga terhadap penunaian kewajibannya ini menurut dia justru diakibatkan karena longgarnya sistem pengawasan oleh aparat berwenang dari Pemerintah Daerah bersama instansi-instansi terkait, sementara jajaran aparat paling bawah dalam hal ini Ketua-Ketua RT dan RW juga terkesan tidak peduli seakan-akan tidak ada sesuatu tanggungjawab.

Oleh sebab itu, agar kondisi ini bisa dikendalikan dan laju pertumbuhan pasien positif di Kelurahan Kramat bisa ditekan, dia berharap agar setiap RT/RW dihimbau lebih proaktif. Tak boleh henti-henti memberi arahan atau pun memberikan teguran langsung apabila suatu saat ditemukan seseorang mengabaikan hal sesuatu apa yang patut dipatuhinya berkenaan pelaksanaan PSBB di ibukota, umbarnya menutup pembicaraan. [ Red/Akt-13 ]

 

Munir Achmad
Aktual News

 

 

Foto :
Jln Kramat Sentiong.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed