oleh

Suatu Ketika di Pagi Yang Basah

Jejak gerimis masih membekas menggenangi pelataran hingga sampai ke ujung mata hatiku seperti suara simfoni dalam keheningan.

Sebuah catatan masih
Kutulis tentang senyum manis kala pagi,
hari ini kau teramat manis
semanis kopi yang kau buat.

Sayang,
Pagi ini cuaca teramat mendung
Semendung hatiku, seperti yang kau lihat dalam jejak gerimis

Aku merasa kecut
dan pahit,
sebab aku tak bisa menyapamu

selamat pagi
atau ‘tuk sekedar
memberi senyum.

Maafkan,
bibir ini masih tersasa pahit
untuk berkata
atau melepas senyum.

Sebab pagiku tak seperti pagimu, jauh setelah aku pergi tak ada lagi cerita tentang manisnya kata yang pernah kutulis

Maafkan,
aku tak bisa menyapamu
seperti kemarin pagi.

Tapi bukanlah itu berati aku pergi jauh dari hatimu, aku selalu menanti jejak gerimis itu mengisahkan tentang cerita manis untukmu.

 

 

Goresan hati
UG DANI

Ketentuan Penulis : Aktual News

Gambar Gravatar
Aktual News merupakan media warga, seluruh informasi yang ditampilkan merupakan tanggungjawab pengirim

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed