oleh

Komunitas Penggiat Desa Digital

Aktual News Konsep jaringan internet RTRWNet bukanlah usaha bisnis seperti layanan internet sebagaimana umumnya yang diatur pemerintah. Jadi, jika konsep ini berbeda dengan yang anda buat tentunya itu bukan RTRWNet.

Jaringan internet RTRWNet ini salah satunya bisa ditemui di Kampung Blok Parigi RT 04/10, desa Cijujung, kecamatan Sukaraja, kabupaten Bogor milik muhammad Yunus.

Dengan diterapkannya belajar sistem daring oleh pemerintah, Yunus berinisiatif untuk membuka jaringan internet RTRWNet yang bertujuan untuk memudahkan akses internet murah dan cepat untuk warga kampung Blok Parigi RT 04/10.

Bagaimana RTRWNet itu? Jaringan internet patungan dalam sebuah lingkungan radius puluhan meter. Anggotanya juga bisa dihitung dengan jari.

Membuat sebuah RTRWNet biayanya super hemat. Apa saja yang dibutuhkan? Tahap awal perlu koneksi, jika pakai Internet Service Provider (plat merah) hanya registrasi ke Plasa terdekat. Tetapi jika tidak ada jalur bisa pakai jaringan 4G. Alat yang dibutuhkan sebuah modem LTE outdoor dan router. Rekomendasi USB Modem 4G dan MikroTik RB750Gr3. Perangkat diletakkan di luar rumah. Taksiran biaya awal Rp.2 juta.
Selanjutnya pemancar Wi-fi outdoor. Dibutuhkan 3 Accesspoint, 1 unit di lokasi modem (rumah anda), lalu 2 unit lagi di rumah anggota.

Accesspoint ZTEF609 mungkin bisa jadi pilihan, selain murah karena beli bekas, juga kemampuan menampung device yang banyak. ZTEF609 jika diset power 100% bisa hingga radius 35 meter di perumahan tidak padat. Router ke Accesspoint tarik kabel Cat6. Maka ada 3 area +- 100 meter yang tercover.
Taksiran biaya wireless ini Rp.1 juta.

Agar koneksi terus bisa berjalan ketika mati lampu, dibutuhkan satu daya dan backup listrik, gunakan saja UPS 650VA. Jika 3 area harus dicover biaya total sekitar Rp.1,5juta. Maka total terwujudnya RTRWNet +- Rp. 5 jutaan.

Sumber koneksi bisa dari ISP (plat merah) atau jaringan 4G. Ini erat kaitannya dengan biaya bulanan. Ingat, ini RTRWNet bukan BISNIS. Semua pembiayaan dibagi sesuai porsinya. Pada saat pemasangan tentu ada biaya “config”. Setelah terpasang tentu ada biaya “maintenance”. Perangkat juga butuh listrik, berapa biaya/area yang harus ditanggung bersama.

RTRWNet mengarah kepada sharing bandwidth, sehingga jumlah user adalah jumlah device/ gadget yang teregistrasi. Anggota berhak melihat config pengaturan bandwidth atau sesuai dengan kesepakatan sesama anggota.
[Red/Akt-23]

 

 

Rosis Aditya
Aktual News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed