oleh

Korps Petani Muda Indonesia adakan Pendidikan Ternak Ayam Kampung secara Virtual

Bogor, Aktual NewsKorps Petani Muda Indonesia (KPMI) adakan Pendidikan Ternak Ayam Kampung secara Virtual pada Sabtu malam (28/11).

Disampaikan narasumber,“ untuk sukses beternak ayam harus diawali dengan menjadi teman bagi ayam, ungkap Mas Arif dari Kelompok Ternak Kencana Mulia saat sebagai Narasumber dalam kegiatan dengan tema Pendidikan Ternak Ayam Kampung saat acara tersebut.

Dari mulai tata laksana, pemeliharaan, pakan dan vaksin sampai ke panen dan pascapanen Ayam Kampung Unggulan Balitnak atau Ayam KUB dijelaskan dengan rinci. Beternak Ayam dari DOC hingga panen dan Peluang pasar lokal dan nasional serta Internasional khususnya Ayam Kampung-pun disampaikan.

Penguatan informasi dan motivasi berdasar pengalaman disampaikan oleh Ibu Hesti setelah pernah membina Ibu-ibu Pedesaan di NTT/NTB puluhan tahun silam. Dari yang sama sekali belum pernah bertani hingga menjadi mumpuni, beliau menceritakan kisah singkatnya, Keynote Speaker Hj. Ir. Dwiretnani Hesti M, live dari Caracas Venezuela.

Keberpihakan Pemerintah Pusat, Kementerian Pertanian kepada Petani, khususnya pada Petani Muda nampak dengan hadirnya Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri menyempatkan waktu setelah agenda bersama Menteri Pertanian di Indonesia Timur. “Apresiasi untuk para Petani Muda dan terus berkolaborasi bersama dalam menginformasikan dan terus bergerak di desa-desa” tuturnya.

Komitment Keterbukaan Informasi Kementerian Pertanian telah berwujud salahsatunya dengan menerima Anugerah Kluster Tertinggi “Informatif” dari Komisi Informasi Pusat (KIP) Republik Indonesia.

“Petanian adalah Bentuk pengabdian kepada Tuhan” menjadi kunci utama, sebagaimana diulas kembali oleh Sang Pemandu Edi Puspito sebagai Host mengingat betapa penting dan dipentingkannya regenerasi, jaringan dan pengembangan serta budidaya berbagai jenis dan ragam produk pertanian yang berkembangan semakin meningkat di masyarakat.

Dinamika pertumbuhan, perkembangan dan respon masyarakat, terhadap konsumsi dan produksi di sektor pertanian saat new normal semakin meningkat.

Pemuda di Desa sebagai kekuatan dan energi yang terbarukan dapat menjadi Tenaga Utama dalam menciptakan “Devisa Desa” sehingga perlu dilakukan pendidikan, pendampingan serta “asuhan” yang dikemas tidak terlalu formal dan kaku namun tetap profesional terus dilakukan oleh Korps Petani Muda Indonesia sebagai komunitas petani yang muda yang kreatif dan terus berinovasi, beradaptasi hingga penerapan kebiasaan baru di eta pandemi ini.

Komunikasi dan informasi antar pemuda di desa-desa khususnya di Kabupaten Bogor dalam silaturahmi, saling memberi pengetahuan/pengalaman serta pengembangan ide, gagasan serta perwujudan usaha produksi, pemasaran serta penjualan barang hasil pertanian dapat semakin maksimal, maka terus dilakukan pertemuan baik secara virtual atau tatap muka dengan tetap menjalankan protokol.

Kegiatan virtual tersebut mulai jam 19:00 WIB atau jam 08:00 VET pagi waktu Caracas Venezuela Amerika Selatan, sekitar tiga jam berlangsung.

Sebelumnya Sinatria Foundation: Sinatria Akademi melaksanakan belajar bersama Korps Petani Muda Indonesia dengan para Ahli/Peneliti dari Balitnak terkait budidaya Kelinci.

Selanjutnya akan dilaksanakan pelatihan/pendidikan budidaya lebah madu. Pun diagendakan “ngaliwet bareng” di Bukit Cempala Panenjoan (BCP) Desa Leuweung Kolot, “Kemah Bhakti Petani Muda” di Pasker Camp Desa Purwabakti, dan Diklatsar di Desa Cibunian Kabupaten Bogor.

Kang Wawah dan Iwan Gembil yang mengikuti kegiatan virtual itu memang menginginkan adanya atau datangnya pihak kementerian untuk dapat bersilaturahmi ke desa Lw. Kolot kecamatan Cibungbulang, mengingat ada sejarah dan dari keterangan Orangtua terkait wilayahnya yang berkaitan dengan Pertanian.

Menghubungi dan menghubungkan masyarkat dan petani muda langsung kepada pihak/badan dan lembaga teknis terkait agar terus terhubung, terjadi kolaborasi dan inovasi untuk mewujudkan kekuatan dan kedaulatan pangan kita sebagaimana prinsip “Kebersamaan dalam (menjalankan) Amanah” ungkap Ibu Hesti yang dijadikan closing statement Host acara Pak Vito menutup pertemuan. [ Red/Akt-01]

 

 

 

Aktual News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed