oleh

Kapolda Maluku Dampingi Deputi IV Kemenpolhukam Kunjungi Namlea

Kapolda Maluku Irjen Pol Drs Royke Lumewu MM bersama Rombongan

 

Maluku, Aktual News-Hari Selasa (26/3) Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM turun melakukan kunjungan dinas ke Namlea di wilayah hukum Kepolisian Resort Buru. Kedatangan mantan Kakorlantas Mabes Polri  ini selain sebagai kunjungan dinas rutin, sekaligus dalam rangka mendampingi Irjen Pol Drs Carlo Tewu Deputi IV bersama rombongan dari Kementerian Koordinasi bidang Politik Hukum & Keamanan (Kemenko Polhukam) RI di Jakarta. Secara spesifik turunnya Irjen Carlo dan rombongan konon untuk melihat dari dekat tentang kondisi fisik kawasan Gunung Botak di Dataran Waeapo petuanan Regentschap Kayeli Buru yang dahulu ramai dipenuhi ribuan penambang tradisional. Kawasan ini dahulu dihuni lebih 15.000 orang Penambang yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk melakukan aktivitas penambangan emas secara tradisional sehingga siang dan malam selalu ramai, akan tetapi sangat sering pula menimbulkan kegaduhan gara-gara konflik satu sama lain bahkan tak jarang menyebabkan jatuh korban jiwa disamping dampak lingkungan yang cukup mencemaskan karena maraknya penggunaan bahan kimia jenis Merkuri (Hydrargyrum) dan Asam Sianida (NaCN).

Menurut laporan C-R Sarbin Kaudupa dari Namlea Buru yang disampaikan kepada media ini melalui Reporter Maluku Munir Akhmad yang sementara berada di Jakarta, turunnya Irjen Carlo Tewu dari Jakarta membawa-serta sejumlah pejabat lain, yaitu Ridwan Djamaluddin Deputi bidang Infra-Struktur pada Kemenko Kemaritiman, Yudi Prabangkara As-Dep Infra-Struktur Pertambangan & Energi Kemenko Kemaritiman, Direktur Pemasaran PT Aneka Tambang Tatang, Direktur Pengembangan PT Timah Tranggono, serta beberapa pejabat lainnya yang mewakili Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan, Kementerian BUMN dan Sekretariat Kabinet.

Sementara itu, Kapolda Maluku Irjen Lumowa didampingi pula jajarannya yang terdiri dari Direktur Reskrim Khusus Kombes Firman Naingggolan SH MH, Karo Ops, Dan-Sat Brimob Kombes M. Guntur SIk MH, Kadiv Humas KombesMuhammad Rum Ohoirat S.Sosbersama 2 (dua) anggota berpangkat Bintara masing-masing Fotografer Bripda Victor Sapulette dan Bripda Al Sukurdari Divisi Humas Polda Maluku.

Tiba di Namlea Buru, Kapolda Irjen Lumewu dan  Deputi IV Kemenko Polhukam Irjen Tewu dijemput langsung oleh Kapolres Buru AKBP Ricky Purnama Kertapati SIk MSi bersama Wakapolres Kompol Bachri Hehanussa SE MSi, selain itu hadir pula Wakil Bupati Buru Amustofa Besan SH yang juga mantan Anggota Polri dengan pangkat terakhir Ajun Komisaris Polisi bersama Dan Ramil 1506-04 Waeapo Lettu Inf Thamrin Batuatas mewakili Dandim 1506/Namlea Letkol Inf Syarifuddin Azis.

Dilaporkan, begitu tiba pagi hari itu, pkl 10:15wit Kapolda Lumewu bersama rombongan sudah tiba di kantor perusahaan PT BPS di Desa Kayeli Kecamatan Teluk Kayeli kemudian melanjutkan perjalanan hingga pkl 10:40wit rombongan tiba di ”jalur D” Desa Wamsait Kecamatan Wailata selanjutnya kembali meneruskan perjalanannya lagi menggunakan angkutan mobil dan akhirnya tiba di pusat lokasi area penambangan di mana terdapat Pos Pengamanan puncak Gunung Botak pada pkl 11:20wit.

Setelah lebih satu jam melakukan kegiatannya di pusat lokasi bekas area penambangan di puncak Gunung Botak, pada pkl 12:45wit rombongan meninggalkan lokasi kembali menuju Desa Kayeli dengan menyusuri Kali Anahoni tiba tepat pada pkl 14:00wit dan selang 20 (dua puluh) menit setelah itu pada pkl 14:20wit sudah tiba kembali di Namlea dengan menumpang KMP Fery. Tiba di Dermaga Fery Namlea, saat itu juga rombongan langsung bertolak menuju Bandara Namniwel di Desa Sawa Kecamatan Waplau selanjutnya take-off berangkat kembali ke Ambon.

Dari laporan C-R Sarbin Kaidupa terungkap, kedatangan Kapolda Maluku mendampingi rombongan dari Kemenko Polhukkan nampaknya dimaksudkan sebagai bagian dari perhatian Pemerintah agar bagaimana caranya potensi sumber daya alam berupa bahan-bahan mineral yang ada di wilayah itu bisa dikelola kembali akan tetapi secara bertanggungjawab tanpa menimbulkan efek pencemaran lingkungan seperti yang terjadi pada waktu-waktu yang lalu, dan juga dapat memberikan kontribusi bagi Pemerintah Daerah terutama dalam menopang Pendapatan Asli Daerah (PAD).[ Red/Akt-13 ]

 

Munir Achmad
Aktual News

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed