oleh

Keep Positive Thinking

Aktual NewsTahukah anda bahwa Hidup ini ditentukan oleh 10% apa yang terjadi pada kita, 90% bagaimana reaksi kita akan kejadian tersebut.

Di dalam salah satu buku yang saya baca, disebutkan bahwa semua kejadian yang terjadi pada diri kita ialah disebabkan 20% sebab 80% akibat

Respon kita akan menentukan kejadian berikutnya. Peristiwa dan apapun yang terjadi di luar sana tidak bisa kita kendalikan. Tapi ingat, respon dan reaksi kita akan sebuah kejadian 100% bisa kita kendalikan. Reaksi dan respon kita terhadap sesuatu mutlak kita kuasai.

Seburuk apapun, sepahit apapun, setidak enak apapun episode, peristiwa dan kejadian yang menimpa kita, kita harus bisa meresponnya dengan baik dan positif supaya kehidupan kita selanjutnya akan baik dan positif. Jika respon kita jelek dan buruk akan sesuatu kejadian maka akan buruk dan jelek pula episode-episode berikutnya.

Saya bawakan contoh sederhana dampak negatif ketika kita merespon sebuah kejadian yang menurut kita buruk, dan bagaimana dampak positif jika kita merespon sebuah kejadian yang kita anggap buruk tadi dengan respon positif pada hari-hari berikutnya.

Begini contoh ilustrasinya. Di suatu pagi yang cerah, matahari bersinar dengan hangat, seorang ayah sedang sarapan pagi ditemani secangkir kopi hangat. Tiba-tiba putra kecilnya yang masih kecil datang membawa mainan legonya dan tanpa sengaja menumpahkan kopi sang ayah sehingga kopi yang siap dinikmati tumpah ke mana-mana hingga mengotori lantai dan merusak suasana sarapan pagi sang ayah. Sontak karena kejadian ini sang ayah marah, dihardiklah sang anak, tidak sampai di situ si istri pun kena hardikan sang ayah. Yang harusnya segera berangkat, sang ayah harus ganti baju karena bajunya terkena sedikit tumpahan kopi. Akhirnya sang ayah berangkat dengan rasa marah dan kesal. Karena marah-marah sampai di kantorpun terlambat. Sesampai di kantorpun, sang ayah belum reda emosinya di kantor uring-uringan dan jadi kontra produktif. Kerjaan yang harusnya bisa terselesaikan hari itu jadi molor karena suasana hati yang kacau. Selesai bekerja, sang ayah pulang rumah dengan murung, sesampainya di rumah, istrinya cemburut dan ngambek karena tersakiti ucapan sang suami tadi pagi dan anaknya yang rewel pasca di hardik sang suami.

Coba bayangkan ketika sikap dan respon sang ayah berbeda. Ketika si kecil putranya menumpahkan kopi, sang ayah hanya tersenyum dan memeluk sang anak. Sambil dipeluk, sang anak didoakan “Robbi habli minasholihin” (wahai Allah, jadikan anakku anak yang shalih). Setelah itu sang ayah membisikkan kepada istrinya, yang sabar ya, semoga Allah sempurnakan pahala untukmu wahai istriku. Aku berangkat kerja dulu ucap sang ayah pada istrinya. Ke kantorpun antusias dan semangat sehingga banyak hal bisa dieksekusi. Hari itu menjadi hari yang produktif dan pulang dengan rasa yang puas atas hari yang penuh keberkahan. Istrinyapun menyambutnya dengan senyuman dan doa yang sama. Wahai suamiku, semoga Allah sempurnakan pahala atas capekmu bekerja.

Subhanallah, sikap dan perilaku kita bisa kita kendalikan. Oleh karena itu pilihlah respon dan reaksi yang positif serta baik atas kejadian-kejadian yang engkau anggap tidak baik. Teruslah bersangka baik atas segala episode yang Allah takdirkan atasmu. [ Red/Akt-01 ]

Aktual News
Keep Positive Thinking

Medsos

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed