oleh

Maluku Ke Depan, Ada Optimisme Dibalik Kepemimpinan Murad Ismail

Kantor Gubernur Maluku

 

Maluku, Aktual NewsMembayangkan perkembangan daerah Maluku ke depan, ada optimisme di balik kepemimpinan Drs. Hi. Murad Ismail sebagai Gubernur Maluku yang baru. Mantan Kakor Brimop Polri ini dinilai mampu mendatangkan perubahan-perubahan fundamental yang konkrit dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat di daerah yang sering dijuluki “tanah raja-raja” ini, dengan distribusinya yang juga akan lebih merata dan berimbang antar-daerah. Rangkaian pengalaman panjang yang dimiliki “putera Waihaong” ini bermula dari Ipda Polri (dahulu : Letnan Dua Polri) sejak tamat Ak-Pol (dahulu : Akabri Polisi) sampai dimohonnya pensiun dini dalam pangkat terakhir Inspektur Jenderal (Ir-Jen) atau “bintang-dua”, ditambah pula sandingannya Wakil Gubernur Drs Barnabas Orno mantan Bupati dua periode dari Maluku Barat Daya (MBD) yang merupakan sebuah gugus-pulau di bagian Barat Daya Maluku, ada optimisme bahwa kelak akan ada perubahan fundamental dan konkrit yang tersebar secara merata di Maluku.

Optimisme ini datang dari Siti Divinubun SPd MSi, aktivis ibukota asal Maluku yang sekarang juga sedang sibuk-sibuk mempersiapkan disertasinya untuk meraih gelar S3 (Doktor/DR) dalam bidang ilmu kependidikan. Ditemui dikediamannya di Jakarta jelang buka puasa pada sore hari Sabtu (18/5), Siti mengaku dirinya optimis dalam masa jabatannya 5 (lima) tahun ini Gubernur Murad akan mampu menampilkan perubahan positif yang signifikan di Maluku. Prediksi ini menurut dia antara lain berangkat dari segudang pengalaman kepemimpinan selama perjalanan panjang meniti kariernya yang didukung pula dengan penguasaan jumlah kursi mayoritas di DPRD Provinsi Maluku berdasarkan jumlah partai pengusung dan partai pendukung dalam pemilukada Maluku 2018 lalu, yang hasilnya menampilkan dirinyanya sebagai pemenang dalam kontestasi bersama partnernya Wakil Gubernur Barnabas Orno.

Sekilas untuk diketahui, dalam pemilukada Maluku tahun 2018 lalu, Murad yang didampingi Orno selaku Cagub/Cawagub diusung 8 Partai Politik dengan 27 kursi atau 60% dari total 45 kursi pada DPRD Provinsi Maluku, meliputi : PDIP, Partai Gerindra, Partai Nasdem, PKB, PAN, PPP, Partai Hanura dan PKPI. Kecuali hanya ke-3 Partai Golkar, PKS dan Partai Demokrat dengan akumulasi 18 kursi mendukung calon petahana Ir Said Assagaf yang tampil berpasangan dengan Ir Andreas Retanubun Bupati Maluku Tenggara.

Menurut Siti, dirinya melihat Murad memiliki modal dasar yang bakal mengantarkannya kelak akan sukses memimpin Maluku 5 tahun ke depan, yaitu sebagai anak daerah yang lahir dan tumbuh besar di Kota Ambon kawasan Waihaong, yaitu sebuah kawasan pesisir pantai yang merupakan ciri-khas tempat kediaman penduduk Maluku secara umum, tentu dia memahami persis apa-apa saja yang dibutuhkan warganya. Dibarengi pengalaman kepemimpinannya yang secara spesifik dapat disebut piawai dalam perumusan strategi atau langkah-langkah strategis dan dukungan mayoritas kursi parlemen di daerah, justru mudah baginya untuk mengimplementasikan apa-apa saja yang diprogramkan. Apalagi rangkaian panjang pengalaman kepemimpinannya itu lebih banyak berada di lingkungan pasukan dalam arti bukan kepemimpinan staf, tentu dia enjoy lebih banyak turun ke lapangan mendatangi masyarakat yang bertebaran di pulau-pulau, ini akan membuatnya mudah mengidentifikasi langsung segala macam kebutuhan warga menurut kondisi riil di daerah atau kawasan masing-masing.

Kebalikan dari pada itu, dia malah membayangkan Pimpinan-Pimpinan SKPD dalam hal ini para Kepala Dinas/Badan di daerah mungkin akan mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan ritme kerja Murad. Lagi pula pada masa kepemimpinan Assagaff yang hanya bisa menjabat 1 (satu) periode itu, kata Siti, disinyalir tak luput dari kerancuan dalam pengisian struktur birokrasi. Prinsip “right man on the right please” dalam teori manajemen tak jarang dikesampingkan, dengan menempatkan seseorang menduduki jabatan tertentu lebih berdasarkan “like or dislike”. Misalnya ada mantan napi kasus korupsi diangkat menduduki jabatan-jabatan struktural malah dipromosikan naik dari jabatan eselon III menduduki jabatan eselon II padahal sebelum itu sudah dilarang menurut UU ASN No. 5 tahun 2014 dan aturan pelaksanaannya dalam PP No. 11 tahun 2017, selain itu disinyalir ada juga yang usianya sudah lampau 56 tahun dipromosikan naik dari eselon III menduduki jabatan eselon II padahal itu pun dilarang.

Oleh karena itu menurut dia, agar kepemimpinannya bisa berjalan lebih efektif dan efisien lagi dengan membawa hasil yang optimal, maka selain melakukan redesain atas program-program pendahulunya agar sinkron dengan Visi-Misi pada saat pencalonannya dahulu yang populer dengan jargon “Maluku Bisa”, mungkin ada baiknya bila Murad memprioritaskan pembenahan struktur birokrasi pemerintahan daerah. Siti menilai, memang tidak semua formasi harus diganti misalnya Kepala Dinas Perumahan & Lingkungan Pemukiman (PLP) yang sekarang dijabat Kasrul Sela ST MT sudah tepat karena orangnya gesit dan juga sesuai dengan background akademisnya, tetapi sebaliknya Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Dik-Nas) yang sekarang dijabat Drs M. Saleh Thio MSi jauh lebih baik diganti dengan seseorang figur lain yang benar-benar memahami seluk-beluk dunia pendidikan. Thio yang menurut dia berasal dari latar-belakang pendidikan tinggi ilmu pemerintahan dengan gelar Magister, alangkah baiknya diposisikan pada sesuatu jabatan lain yang lebih tepat agar tidak juga menghalangi implementasi pengetahuannya bagi kepentingan daerah.

Intinya, kata Siti pada akhir pembicaraan, asalkan Murad mau memberikan prioritas pula pada pembenahan birokrasi dengan mengisi formasi-formasi strukturnya dengan figur-figur yang tepat, dia optimis, dalam 5 (lima) tahun kepemimpinannya akan ada perubahan-perubahan positif yang substansial dalam pelbagai aspek kehidupan masyarakat. Lagi pula dengan sandingannya Wakil Gubernur Barnabas Orno yang juga seorang tokoh dari gugus Kepulauan Maluku Barat Daya, ungkapnya, tidak diragukan lagi hasil-hasil positif yang diraihnya itu akan terdistribusi secara merata dan kelak bisa meraih obsesinya menampilkan daerah Maluku mensejajarkan diri dengan daerah-daerah lain yang sudah lebih dahulu maju.[ Red/Akt-13 ]

 

Aktual News

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed