oleh

Sebuah Paradoks, Banyak Akal dan Suka Mengelabui Sama dengan Penjahat Berbulu Domba

Aktual NewsKisah ini akan terus menjadi cerminan, apalah artinya jika seorang mengaku pintar dan banyak akal namun mulut besar tapi tak ada bukti hanya tong kosong nyaring bunyinya tidak lebih dari itu.

Acapkali tidak terbukti, akal pikirannya terus mencari untuk membuat kegundahan segala cara ia lakukan demi memuaskan nafsu iri dengki sehingga tak kan pernah mencari kadamaian dalam hati.

Lebih dari seorang penjilad dengan akalnya untuk melakukan segala cara demi kepuasan nafsu yang yang tak pernah habis, terkadang terlihat halus dengan taktiknya padahal ia merampok hak seseorang dengan cara membobol apa yang dia bisa, ” Banyak Akal ” itu katanya, hmm padahal sebenarnya ia sendiri linglung dan lupa dengan cermin yang pernah ia lempar.

Dari balik cermin itu harusnya ia faham mengapa ia ditinggalkan padahal katanya ” Aku ” dan ach…ia ibarat seonggok katak diatas teratai yang bernyanyi sendiri menikmati suasana malam sambil mengamati sekelilingnya, hahaha…ia tertawa sendiri seperti badut.

Kepintarannya ia jadikan modal untuk melakukan berbagai cara untuk memuaskan hatinya yang penuh dengan misteri dan sulit ditebak walau terkadang manis dengan kata-katanya untuk menjerat mangsa dengan nyanyaian dan ocehan seperti suara katak.

Banyak akal itu bagus, namun jika digunakan untuk mengelabui mangsa itu sama saja penjahat berbulu domba, ini hanya kisah paradok yang saya temui di pinggir sawah. [ Red/Akt-01 ]

 

Oleh UG DANI
dari Catatan Usang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed