oleh

Brokokok dari Tanah Jawa

Aktual NewsHobinya memancing belut disawah yang berlumpur, mungkin sejak kecil ia sering menyusahkan orang tua atau terkadang gemar mencari keuntungan di air keruh sehingga apa yang diwarisi wataknya gemar sekali dengan hal-hal yang suka memperkeruh keadaan.

Wataknya yang licin seperti belut seakan mirip dengan tingkah polahnnya, sampai hobinya juga suka memancing belut karena menurutnya memancing belut itu unik.

Brokokok itulah namanya, pandai mengambil hati dan senang mengumbar kebanggaannya. Apa yang dikatakan harus menuruti jalan fikirannya yang lain dianggap sebagai kurawa pantaslah ia menyukai kisah kurafat dari astina, jika ia melakon bak dalang sepuh yang faham betul dengan perjalanan sang tokoh.

Kopi hideung dan kretek jadi teman setianya walau terkadang terasa hambar, Brokokok dengan setianya bermain dengan kata-kata dan obrolan di warung kopi, walau terkadang obrolannya membosankan ia tak perduli.

Brokokok selalu menebar pesona, melanglang buana entah apa yang dia cari. Suatu hari brokokok bete, dalam fikirannya ia merindukan seorang kekasih tapi brokokok linglung dan gentar dihadapan wanita.

Ia mencari cara dengan akal dan taktik untuk mendapatkan sang pujaan, brokokok membangun paguyuban dengan dalih silaturahmi saling rukun sesama warga.

Alur cerita sudah ditebak, brokokok punya tujuan dengan cara halus membuat ” Wadah ” untuk membesarkan Paguyubannya, dua terlampaui, brokokok juga berpolitik demi mendapatkan sang pujaan.

Yah..terkadang sifat seperti brokokok sukar ditandingi tapi dia sukses dengan akal bulusnya, sebuah kisah insfiratif ini tentu tidak lepas dari karma dan perbuatan karena diatas langit pasti masih ada langit, kejujuran tentu yang kita cari karena jujur itu emas dan untuk meraih mahkota itu tidak semua orang mendapatkan.[ Red/Akt-01 ]

 

Oleh UG DANI
dari Catatan yang usang

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed