oleh

Perlu Maut Berapa Orang Jembatan Grogol Baru Diperbaiki?

Jakarta, Aktual NewsUntuk urusan mengabaikan nilai – nilai kemanusiaan bangsa ini kudu belajar lebih giat lagi. Tidak cukup dengan sekedar mengaku Pancasila atau hapal dengan Sila kedua Pancasila (Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab).

Sudah sebulan informasi kami sampaikan via publikasi media sosial belum ada tindakan perbaikan lantai jembatan penyeberangan orang (JPO) antara Halte Grogol 2 dan Halte Grogol 1.

Apakah karena jumlah penduduk Indonesia yang sudah terlalu banyak, sehingga nilai nilai kemanusiaan kurang diindahkan? Perasaan ini patut disampaikan, mengingat beberapa contoh sudah terjadi sebelumnya.

Pertama, kematian lebih 700an orang petugas KPPS pada Pemilu 2019 hingga kini tidak ada yang bersedia membongkar tuntas.

Kedua, kematian para pendemo 21 & 22 Mei 2019 tidak juga diusut tuntas. Dan ketiga, kasus Novel Baswedan belum terungkap meski sudah berlangsung sekian bulan Tim Pencari Fakta.

Dari Ketiga contoh di atas jelas terlihat tantangan untuk aparat penegak hukum agar bekerja lebih giat, cepat dan pintar lagi. Slogan seperti yang ada dalam kata-kata Profesional Modern dan Terpercaya menjadi acuan utama.

Untuk kasus mengungkap teroris kita boleh acungkan jempol. Tapi, untuk tiga contoh sederhana di atas patut kita simpan dulu acungan jempol berikutnya.

Jembatan Penyeberangan Orang di depan kampus Tri sakti sudah lama tidak diperbaiki. Apakah menunggu korban celaka sehingga berujung maut lebih dahulu, baru diperbaiki.

Sebenar nya bukan saja JPO tsb, masih banyak jembatan lain yang paku-paku lantainya bercopotan sehingga mengintai korban pejalan kaki.

Kalau soal hapal Sila ke – 2 Pancasila masih mudah anak anak kecil melakukan, tapi untuk perbaikan JPO tentu bukan urusan anak kecil lagi. [ Red/Akt-01 ]

 

Aktual News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed