oleh

DAP: Rakyat Papua, Mengecam tindakan Rasisme terhadap Mahasiswa Papua

Papua, Aktual News-Dewan Adat Papua (DAP) mengutuk tindakan dan Ucapan “monyet” serta lontaran kata-kata penghinaan lainnya kepada Anak-anak kami (Papua)yang kuliah di Surabaya dan Malang adalah Perbuatan Melawan Hukum, tindakan Rasisme untuk memecah-belah persatuan.

“Kami mengutuk keras tindakan rasisme terhadap anak-anak kami. kami desak kedua Gubernur di Tanah Papua segera menyikapi masalah ini.”tegas Paul Finsen Mayor Ketua DAP Wilayah III Doberay Papua Barat Minggu 18 Agustus 2019.

Mayor menambahkan atas nama Masyarakat Papua kami minta Wakil Walikota Malang segera klarifikasi bahasanya yang ingin memulangkan anak-anak kami anak Papua dari kota studinya di malang dan Surabaya “ingat bahwa banyak orang Surabaya dan malang di Tanah Papua, jangan picu konflik. ” Ucapnya dengan Nada sedih.

Dirinya meminta perwakilan pemerintah, adat dan gereja di Papua dan Papua Barat harus segera mengambil langkah cepat dan pergi ke Surabaya dan malang untuk bertemu dan memastikan kondisi anak-anak kami disana.

DAP juga menghimbau anak-anak Papua yg studi diluar Papua untuk menjaga diri dan fokus kuliah.pemerintah kedua provinsi di tanah papua ini wajib mengecek status keberadaan anak-anak yang tinggal di asrama – asrama dan harus dikontrol langsung oleh pemerintah daerah.

“Masyarakat Papua menolak dengan tegas tindakan dan ucapan-ucapan penghinaan terhadap harkat dan martabat orang Papua, oleh sebab itu pemerintah Pusat segera tinjau kembali keberadaan ormas-ormas radikal di pulau jawa, karena sangat meresahkan.
Lanjut Paul Mayor tindakan Rasisme ini akan menimbulkan gelombang protes di Tanah Papua dan pemerintah Provinsi Papua dan Papua barat segera berkordinasi degan Pemprov. Jawa timur dan juga Pemkot Surabaya serta malang untuk menyelesaikan masalah ini. sebelum Kasus ini membias dan meluas. [ Red/Akt-19 ]

 

Nees Makuba
Aktual News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed