oleh

2 Kecelakaan Laut Beruntun Menyelingi Elegi Corona di Maluku

 

 

Ambon, Aktual NewsSementara sibuk berjibaku menghadapi upaya-upaya memutuskan mata-rantai penyebaran virus corona atau covid-19 dengan jumlah pasien positif yang dalam beberapa hari belakangan ini mengalami peningkatan tajam, Pemerintah Daerah dan masyarakat Maluku mendadak dibuat heboh dengan terjadinya 2 (dua) peristiwa kecelakaan laut beruntun, masing-masing di Kabupaten Kepulauan Aru (Dobo) di Kabupaten Buru (Namlea).

Seperti diketahui, perkembangan terkini dari daerah ini menurut data yang dilansir oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Maluku jumlah pasien yang terkonfirmasi sudah positif terinfeksi virus corona atau covid-19 sampai hari Sabtu (23/5) mengalami kenaikan cukup drastis hingga telah mencapai 159 orang atau bertambah 2 orang dibanding kemarin hari Jumat (22/5) yang jumlahnya 157 orang. Rincian detil dari ke-159 orang pasien positif itu terdiri dari 130 orang sedang menjalani perawatan dan 22 orang sembuh sedangkan 7 orang lainnya dilaporkan meninggal dunia. Pasien-pasien positif yang sedang menjalani perawatan tersebar pada 4 Kabupaten/Kota, yaitu : 117 orang di Kota Ambon, 7 orang di Maluku Tengah (Masohi), 5 orang di Buru dan 1 orang di Seram Bagian Barat (Dataran Honipopu/Piru).

Sebelum itu, pada hari Jumat (22/5) terjadi pertambahan pasien positif 22 orang menjadi 157 orang dari kemarinnya hari Kamis (21/5) sebanyak 135 orang telah memposisikan Maluku pada anak tangga ke-20 urutan provinsi dengan jumlah pasien positif terbanyak setelah Kalimantan Utara pada urutan ke-19 sebanyak 163 orang. Posisi ini melampaui sejumlah daerah yang sejak jauh-jauh hari sebelum itu sudah melampaui Maluku, antara lain : Kepulauan Riau 141 orang pada urut ke-21,  Kalimantan Barat 140 orang pada urut ke-22 dan Papua Barat 119 orang pada urut ke-23.

Selain ke-159 orang pasien positif, masih lagi terdapat Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 25 orang dan Orang Dalam Pengawasan (ODP) sebanyak 53 orang. Sebaran PDP terdiri dari 20 orang di Kota Ambon dan 4 orang di Maluku Tengah serta 1 orang di Buru Selatan (Namrole), sedangkan ODP 52 orang di Kota Ambon dan 1 orang di Seram Bagian Timur (Bula).

Adapun keterangan mengenai ke-2 kecelakaan laut yang terjadi secara beruntun di daerah “seribu pulau”  ini disampaikan kepada media ini oleh Udin Walilulu, seorang wartawan di Kota Ambon, yang juga salah satu fungsionaris pada sebuah Lembaga Anti Korupsi di Maluku besutan mantan Kajari Ambon, Dani Palapia..

Dikabarkan, ke-2 kecelakaan laut nyaris berbarengan, bermula di Kepulauan Aru pada hari Jumat (22/5), yaitu KM Selgbadan Kamar Jaya yang konon mengangkut sejumlah penumpang dengan maksud mudik lebaran berkenaan hari-raya idulfitri 1411Hijriah menuju ke Desa Batu Goyang di Kecamatan Aru Selatan.

Kapal ini dikabarkan berisi penumpang dan Anak Buah Kapal (ABK) totalnya berjumlah 19 orang berangkat dari Pelabuhan Dobo menuju Desa Batu-Goyang pada sore hari Kamis (21/5) pkl 16:00 WIT. Tetapi ternyata ditengah perjalanan kira-kira pkl 22:00 WIT malam hari itu juga mendadak timbul angin kencang diiringi pula oleh ombak yang cukup tinggi mengakibatkan kapalnya terbalik dan tak lama kemudian tenggelam.

Upaya penyelamatan dilakukan Tim Resque Gabungan menggunakan KM Teluk Ambon milik Sat-Polairud Polda Maluku, menurut Waliulu dari keterangan Kepala Kantor SAR Ambon, Muslimin, sampai sore hari tadi Sabtu (23/5) telah berhasil menyelamatkan 10 orang disamping 6 orang dikabarkan meninggal dunia sedangkan 3 orang lainnya dinyatakan hilang. Hanya tidak dijelaskan lebih jauh, apakah upaya pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan ke-3 orang yang dinyatakan hilang ataukah Tim SAR sudah menghentian kegiatan pencarian.

Sementara itu dari Buru dikabarkan, kecelakaan laut terjadi atas KM Samena 02 yang dinakhodai Yani Valentino Piter dengan membawahi 11 orang ABK. Kapal-ikan naas berukuran berat 25GT ini, urai Waliulu, berangkat dari Desa Waplau di Kecamatan Lilialy memuat ikan menuju Tulehu di Pulau Ambon pada malam hari Sabtu (23/5). Masih dalam perjalanan, baru sampai di perairan laut antara Pulau Buru dengan Pulau Manipa kira-kira pkl 06:30 WIT tiba-tiba pula kapal dihadang gelombang besar mengakibatkan bagian lambung-kapal pecah dan bocor hingga kemasukan air-laut, lambat-laun mesin pompa (alcon) tidak mampu lagi mengeluarkan air yang terus merangsek masuk, akhirnya kapal tenggelam pagi hari itu juga pada kira-kira pkl 08:00 WIT.

Tetapi berbeda dengan kecelakaan-laut di Kepulauan Aru, di Buru tidak ada korban jiwa, karena ke-12 ABK termasuk nakhoda Yani akhirnya berhasil diselamatkan oleh Tim SAR dari Kota Namlea yang langsung bergerak turun melakukan penyelamatan ke lokasi kejadian dengan menggunakan kapal KP. XVI-3001 Tanjung-Alang. [ Red/Akt-13 ]

 

 

Munir Achmad
Aktual News

Foto :

Latar Belakang : Kantor Gubernur Maluku di Ambon

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed