oleh

Proyek Aspirasi Anggota DPRA Tanpa Papan Informasi, Ini Ulasannya

Simeulue, Aktual News- Pada hari Rabu tepatnya 1 Juli 2020, pada saat melintasi jalur dua Suak buluh tepat setelah Mapolres Simeulue yang disebelah kiri terdapat satu bangunan Masjid yang tampak sedang ada pembangunan pagar, renofasi atap MCK dan beberapa item kegitan lainnya yang mengundang tanya.

Kegiatan rehabilitasi masjid Nurul Ihsan desa Suak Buluh Kecamatan Simeulue Timur yang meliputi renofasi atap Tempat Wudhu, Renofasi Plafoon dan pembangunan pagar, tersebut tidak terpampang papan informasi Proyek.

Menjawab permasalahan tersebut awak media menemui pihak tukang yang sedang mengerjakan pekerjaan tersebut, dan pihak tukang tidak tahu apa-apa kecuali hanya nama Rusli dan Kepala Desa yang sering mengontrol kami, sehingga karena nama dan yang informasi yang peroleh belum akurat, maka awak mediai mencoba merangkum dari warga sekitar,

Namun yang justru awak media mendapat informasi yang mengejutkan, karena menurut informasi yang tidak ingin namanya disebutkan mengatakan, pelaksana pekerjaan itu adalah seorang PNS.

Setelah shalat ashar, Awak media berhasil bertemu dengan Kepala Desa Suak Buluh, Alisudin yang walaupun awalnya awak media disambut dengan sikap kurang baik dan sedikit arogan.

“Namun ketika dijelaskan lebih lanjut pihaknya meminta pelaksana untuk menjelaskan”

Rusli yang datang menghampiri kami awak media mengaku belum memasang papan informasi dan berjanji akan segera memasangnya, ujarnya didalam masjid tersebut.

Terkait sumber anggaran, Rusli menjelaskan bahwa dana kegiatan ini dari Dinas Perkim Provinsi, dan tidak ada hubungan dengan sumber dana lainnya termasuk Dana Desa karena Anggaran kegiatan ini berasal dari aspirasi Anggota DPRA, yaitu Jasmihas, Katanya dalam wawancara dimasjid tersebut.

Adapun kegiatan ini bersifat swakelola dan saya ditunjuk sebagai ketua panitia pelaksana bersama Badan Kemakmuran Masjid (BKM) terang Rusli yang juga informasinya seorang guru Sekolah Dasar (SD) di salah satu Sekolah di Desa Labuh itu.

Hal senada juga dijelaskan oleh ketua BKM Riswanto dan menceritakan detil sejarah pengusulan sehingga bisa didapatkan masyarakat setempat bantuan renofasi masjid tersebut dan lebih jauh pihaknya masih mengeluhkan perlunya renofasi kubah dan pafing block yang menurutnya tidak tercover dari anggaran yang berjumlah Rp 400 juta lebih tersebut.[ Red/Akt-25/HS ]

 

Aktual News.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed