oleh

Pangandaran Siap Tangani 250 ODGJ Berat, Bersama RSMM

Pangandaran, Aktual News-Gemuruh ombak dengan hamparan pantainya yang landai disertai jejeran pepohonan yang hijau melambai, menghantarkan angin sepoy-sepoy, seakan menyambut para pelancong yang datang menikmati indahnya alam “Sisi Laut Pangandaran.”

Kab. Pangandaran yang baru berdiri sejak tgl 25 Oktober 2012, terdiri dari 10 Kecamatan dengan 93 Desa, yang berbatasan dengan Kab. Ciamis disebelah utara, Provinsi Jawa Tengah disebelah timur, Tasikmalaya disebelah barat dan samudra hindia disebelah selatan, menjadi salah satu tujuan destinasi wisata pantai terkenal di tanah jawa barat, yang harus selalu dijaga keindahan alamnya maupun produktifitas penduduknya yang tercermin dari kesehatan jiwanya.

40 Peserta se Kab. Pangandaran berkumpul di Aula Lantai 2 Puskesmas Cikembulan yang terletak di Jl.Raya Cijulang No.93 Cikembulan Pangandaran, Selasa 14 Juli 2020, dalam kegiatan *”Advokasi Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat antara RSJ Dr.H. Marzoeki Mahdi (RSJMM) Bogor dengan Pemkab. Pangandaran,”* yang diwakili oleh dr. Rina Veriany sebagai Kasie PTM Keswa dan Tirana Nugraha sebagai PJ Program Jiwa dari Dinas Kesehatan, Rayi Pasya dari Dinas Sosial, Umar dari Satpol PP beserta para Pemegang Program Jiwa di 15 Puskesmas dan para TKSK di 10 Kecamatan bersama petugas advokasi kesehatan jiwa RSJMM, dll.

Dinkes Pangandaran melalui Kasie PTM & Keswa melaporkan bahwa terdapat sekitar 530 ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) yang tersebar di 15 wilayah puskesmas se Kab. Pangandaran dan 250 diantaranya merupakan ODGJ Berat yang butuh pelayanan rawat inap di rumah sakit rujukan jiwa, sementara belum ada layanan rujukan jiwa rawat jalan maupun rawat inap di RSUD Pandega Pangandaran yang baru diresmikan, Tgl 04 April 2020 yang lalu.

I Ketut Sudiatmika, sebagai Kepala Intalasi KJM & PKRS RSJMM, dalam sambutannya menjelaskan Visi dan Misi serta peran RSJMM dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa pada masa “New Normal” melalui Advokasi Kesehatan Jiwa Masyarakat, khususnya di Jawa Barat dan Banten.
Sementara Iyep Yudiana, sebagai Promotor Kesehatan Jiwa RSJMM yang diminta memberikan pemaparan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat menjelaskan pentingnya kerjasama antara RSMM dan Pemkab Pangandaran dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat yang menjadi haknya, dengan progresif melakukan pendataan kasus ODGJ, melakukan penanganan ODGJ di Puskesmas dan RSUD, serta melakukan rujukan kasus ODGJ Berat seperti ODGJ pasung, ODGJ terlantar, ODGJ agresif, dll ke rumah sakit jiwa. RSJMM sebagai rumah sakit jiwa rujukan nasional sesuai visi dan misinya, siap memberikan pelayanan kesehatan jiwa langsung kepada masyarakat, dengan menerjunkan tim kesehatan jiwa, sebagai salah satu bentuk promosi kesehatan jiwa kepada masyarakat.

Seluruh peserta yang hadir bersepakat untuk bersama-sama menggelar kegiatan *”Pelayanan Kesehatan Jiwa Masyarakat dan Evakuasi ODGJ Masal se-Kab Pangandaran”* pada tgl 26-27 Agustus 2020 bertempat di Lapangan Pramuka atau Islamic Center Pangandaran, yang rencananya akan menghadirkan Bupati Pangandaran beserta jajarannya dan para Kepala SKPD terkait, aparat kecamatan dan desa, dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan jiwa kepada masyarakat, *Menuju Kab. Pangandaran Bebas ODGJ dan Pasung Tahun 2020. [ Red/Akt-01 ]

 

 

Aktual News

✋Stop Pasung.
💪Sehat Jiwa.
🤝Pulih, Produktif dan Mandiri.

BY KJM&PKRS RSMM.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed