oleh

Jeritan Petani Ayam Potong ( Broiler)

Jakarta, Aktual News – Dampak dari Covid-19 bagi petani ternak ayam broiler masih menghantui bagi kelangsungan ternak ayam potong (broiler) dan bertahannya para petani ternak ayam broiler (ayam potong) 27 Juli 2020.sejak pemerintah mengumumkan wabah covid-19 bagi peternak ayam broiler sangat berdampak , mulai dari harga jual ayam yang terus menurun, dan kini sampai dengan harga bahan pokok doc dan pakan yang terus naik melejit, sehingga lengkap sudah penderitaan petani-petani lokal ternak ayam broiler yang merugi. Bagi petani sangat berharap pemerintah cepat reaktif ikut untuk turun tangan menyelamatkan para petani lokal ayam broiler, karena para petani ingin tetap melangsungkan usaha ternak sebagai lahan pencaharian dan sebagai pemenuhan kebutuhan hidup.

Sehingga para petani tetap bisa bertahan melangsungkan usaha ternaknya demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Selanjutnya, Saat ini yang terjadi seolah pemerintah membiarkan pelaku usaha ayam broiler di kuasai sekelompok bagi pemegang modal industri (PT)dan membiarkan pelaku usaha ternak lokal ( perorangan ) tergilas oleh pelaku-pelaku ternak industri(PT) yang secara dari segi finansial-nya terbatas hanya untuk berputar dan bagaimana bisa bertahan untuk kelangsungan usahanya.

Harapannya, Pemerintah harus bisa masuk mengambil alih dan menyeragamkan baik dari harga jual hasil ternak ayam broiler dan dari segi harga bahan pokoknya. Karna secara tidak langsung jika pemerintah membiarkannya sama halnya pemerintah membunuh petani ternak ayam broiler selaku usaha masyarakat kecil atau petani ternak ayam lokal dan mendukung pelaku ternak industri (PT/Pemodal).

Dengan demikian pemerintah daerah dan pusat harus lebih perhatian bagi petani-petani kecil yang secara kebutuhannya hanya dari ternak ayam broiler, bagaima membuat para pelaku petani lokal bisa bertahan dan melangsungkan usaha ternaknya. Harapan bagi petani lokal, pemerintah Daerah dan Pusat bisa mengeluarkan kebijakan serta menstandarkan harga jual ternak dan bahan pokok sehingga petani lokal tidak merasa dirugikan oleh petani-petani industri.

Selanjutnya, ditambah dengan keadaan sistim politik yang saat ini tidak menutup kemungkinan masyarakat ekonomi kelas paling bawah yang rentan luput dari perhatian pemerintah, justru jadi korban pelaku politik yang mementingkan politiknya untuk menyerang pemerintah, karena ekonomi di masyarakat tidak bergerak cenderung mati.[Red/Akt-28]

 

Ogan_Jpr.
Aktualnews

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed