oleh

Dikunjungi 3 Menteri, Warga Maluku Minta Jangan Cuma Basa-Basi

Maluku, Aktual NewsWarga asal Maluku yang berdomisili di ibukota negara Jakarta, menghimbau pemerintah pimpinan Presiden Jokowi jangan cuma pingin basa-basi menurunkan menteri-menterinya ke sana sekedar melempar janji padahal nanti janji-janjinya itu belakangan tidak ada realisasi. Sebab janji-janji yang tidak terealisasi malah menimbulkan ketidakpercayaan rakyat dan hanya merusak citra dan wibawa pemerintah.

Demikian salah satu penggalan pesan singkat atau Short Message System (SMS) melalui aplikasi WhatsApp dari Peneliti pada Jakarta-Leke Daholo Institute atau Jaleda-Institute di Petojo-Utara Gambir Jakarta Pusat, Rizal Dharmawan. Pesannya ini dikemukakan menanggapi pertanyaan media ini tentang kunjungan 3 (tiga) orang Menteri/Pejabat setingkat Menteri pada Kabinet Joko Widodo ke Maluku pagi kemarin hari Jumat (5/2).

Seperti diketahui, pagi hari kemarin Jumat (5/2) ada 3 (tiga) orang pejabat tinggi negara yaitu 2 (dua) orang Menteri dan 1 (satu) orang Pejabat setingkat Menteri dalam Kabinet Presiden Joko Widodo melakukan kunjungan ke Kota Ambon. Ke-3 Menteri/Pejabat setingkat Menteri itu, masing-masing : Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Sakti Trenggono serta Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadia.

Budi, Wahyu dan Bahlil, konon datang dari Jakarta ke kota Ambon menggunakan pesawat khusus dan tiba di Bandara Pattimura di Laha ketiganya langsung dijemput oleh Gubernur Maluku yang juga mantan Kakor Brimob Polri, Murad Ismail.

Dikabarkan, salah satu agenda penting dalam kunjungan ke-3 pejabat tinggi ini adalah melihat dari dekat atau secara on the spot tentang lokasi Pelabuhan Perikanan yang dikembangkan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Maluku di dalam kawasan Ambon New Port sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang berkedudukan di Negeri Liang dan Negeri Waai di pesisir timur Pulau Ambon.

Rizal memprediksi, kunjungan ke-3 Menteri ini nampaknya berhubungan dengan perintah Presiden Jokowi untuk mengembangkan Daerah Maluku sebagai Kawasan Ekonomi yang baru dengan fokus pada Sektor Perikanan. “Kunjungan Mentri Budi Karya Dkk itu rupanya berhubungan dengan kabar adanya perintah Presiden Jokowi mengembangkan daerah Maluku sebagai kawasan Ekonomi baru dengan peletakkan fokusnya pada Sektor Perikanan atau Kelautan, lantas Menteri Budi Karya Sumadi sendiri dalam keterangannya mengatakan akan mengembangkan infa-struktur dasar terkait perintah itu, maka sebagai bagian warga Maluku di ibukota kami sambut gembira, asal saja proyek besar ini dikelola secara transparan dan akuntabel tanpa diselingi praktek-praktek korupsi kolusi dan nepotisme yang mempengaruhi kualitas produknya sehingga kelak benar-benar dapat dinikmati hasilnya oleh saudara-saudara kita di sana”, tandas Rizal.

Pengembangan daerah Maluku sebagai Kawasan Ekonomi dengan basis Perikanan atau Kelautan, menurut dia, adalah pilihan yang tepat, karena wilayah ini sebagian besarnya terdiri dari perairan laut dan pantai dengan tingginya potensi perikanan baik jumlah mau pun keaneka-ragaman jenisnya yang dikenal di berbagai belahan dunia.

Begitu pula lokasi pengembangannya di Negeri Liang dan Negeri Waai merupakan pilihan yang tepat dan strategis. Selain tidak menambah kepadatan lalu-lintas angkutan di perairan Teluk Dalam Kota Ambon yang tergolong sudah cukup padat dewasa ini, katanya, juga akan ikut menggairahkan pertumbuhan kawasan lain di luar Kota Ambon disamping kemudahan gerak-operasional rutinnya kelak bila dijangkau dari Pulau Seram mau pun kawasan Maluku Tenggara Raya yang meliputi Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara, Kepulauan Aru, Kepulauan Tanimbar serta Kepulauan Maluku Barat Daya. Belum lagi mempertimbangkan kedudukannya ini bilamana kelak Proyek Gas Alam berskala besar yang berlokasi di perairan laut antara Kepulauan Tanimbar dan Kepulauan Babar di Maluku Barat Daya sudah beroperasi, tambah Rizal.

Yang pasti, tutur dia lagi, ini sebuah proyek prestisius yang patut dijadikan catatan sebagai bagian dari prestasi Gubernur Murad Ismail, bermula dari perumusan konsep program sampai pendekatan-pendekatan hingga bisa mendapat support pemerintah pusat.

Oleh karena itu dia berharap apa yang diberitakan ini bukan sekedar umbar janji atau basa-basi pemerintah pusat sebagaimana program Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang terwacana sejak bertahun-tahun silam sampai sekarang tidak jelas, melainkan harus benar-benar direalisasikan hingga selesai secara utuh, agar kelak benar-benar memberikan manfaat ikut mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di Maluku. [ Red/Akt-13/Munir Achmad ]

 

 

Aktual News

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed