oleh

Mengenang Harmoko, Mantan Wartawan yang Sukses Menjadi Politikus

Mantan Menteri Penerangan masa Orde Baru, Harmoko meninggal dunia, Minggu (4/7/2021) 

 

Jakarta, Aktual News-Sebagai wartawan, Harmoko menjalani karier tersebut selama 23 tahun sejak lulus SMA dan bekerja mulai di Harian Merdeka pada awal 1960an.

Tahun 1964 pindah ke Harian Angkatan Bersenjata. Hanya berselang setahun, pria kelahiran Nganjuk, Jawa Timur ini berpindah lagi di harian API yang dikenal sebagai media yang “Pancasilais” pada waktu itu.

Pada saat yang sama, Harmoko juga menjabat sebagai Pemimpin Redaksi Majalah berbahasa Jawa, Merdiko. Hingga akhirnya pada 1970, Harmoko bersama Jahja Surjawinata, Tahar S. Abiyasa, dan Pansa Tampubolon menerbitkan Surat Kabar berbasis di Jakarta, Pos Kota.

Semasa menjabat sebagai Menteri Penerangan, Harmoko adalah pencetus gerakan Kelompencapir (Kelompok pendengar, pembaca, dan pemirsa) yang disiarkan televisi nasional, TVRI.

Selain itu, selama menjadi Menteri Penerangan Harmoko merupakan ‘kepanjangan tangan’ Presiden Soeharto melakukan pembredelan atas media-media masa dengan alasan demi menjaga stabilitas negara.

Ia dikenal sebagai mantan wartawan yang kemudian berkarier politik di bawah naungan Golkar, lantas menjadi Menteri Penerangan selama tiga periode Kabinet Pembangunan di bawah komando Presiden Soeharto. Ia menjabat di Kabinet Pembangunan IV, V, hingga sebagian VI atau dari 1983 hingga 1997.

Beberapa di antara yang pernah kena ‘tangan dingin’ Harmoko adalah Surat Kabar Sinar Harapan, Majalah Tempo, Tabloid Detik, dan Majalah Editor.

Sebagai mantan wartawan yang kemudian berkarier politik dibawah naungan Golkar, Harmoko lantas menjadi Menteri Penerangan selama tiga periode Kabinet Pembangunan di bawah komando Presiden Soeharto. Ia menjabat di Kabinet Pembangunan IV, V, hingga sebagian VI atau dari 1983 hingga 1997.

Karier politik Harmoko berakhir sebagai Ketua DPR/ MPR yang mengangkat Soeharto sebagai Presiden pada 1998 silam. Namun, Harmoko yang membisikkan agar Soeharto kembali maju jadi Presiden pada 1998, dia pula yang meminta sang penguasa Orba itu untuk mundur pada Mei 1998.

Berikut ini riwayat karier Harmoko:

•             Wartawan dan Kartunis di Harian Merdeka dan Majalah Merdeka (1960)

•             Wartawan di Harian Angkatan Bersenjata (1964)

•             Wartawan Harian API dan Pemimpin Redaksi Majalah Berbahasa Jawa, Merdiko (1965)

•             Pemimpin dan Penanggung Jawab Harian Mimbar Kita (1966-1968)

•             Salah Seorang Pendiri Harian Pos Kota (1970 s/d sekarang)

•             Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan V (23 Maret 1988 – 17 Maret 1993)

•             Menteri Penerangan Kabinet Pembangunan VI (17 Maret 1993 – 14 Maret 1998)

•             Ketua Umum DPP Golkar

•             Ketua DPR/MPR (1993-1998)

Jabatan:

•             Ketua DPR/MPR (1997-1998)

•             Menteri Penerangan (1983-1997)

Kegiatan Lain:

•             Anggota BSF (1974-1978)

•             Anggota Dewan Pers

•             Anggota DPR/MPR

•             Ketua KONI Pusat Bidang Litbang

•             Wakil Presiden Konfederasi Wartawan ASEAN

Jabatan Dalam Kabinet:

Menteri Penerangan dalam kabinet Pembangunan IV masa kerja 29 Maret 1983 – 19 Maret 1988

Menteri Penerangan dalam kabinet Pembangunan V masa kerja 23 Maret 1988 – 17 Maret 1993

Menteri Negara Urusan Khusus dalam kabinet Pembangunan VI masa kerja 17 Maret 1993 – 14 Maret 1998

Menteri Penerangan dalam kabinet Pembangunan VI masa kerja 17 Maret 1993 – 14 Maret 1998

Mantan Menteri Penerangan era Soeharto, Harmoko tutup usia (meninggal dunia-red) di RSPAD Gatot Soebroto, Minggu, 4 Juli 2021, sekira pukul 20:22 WIB. Selamat jalan, Bung.. [ Red/Akt-01 ]

Aktual News

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed