oleh

Ahmad Annur, The Next Generasi CIDe’s, Teruskan Mathur

Bogor, Aktual News-Center For Islam and Democracy studie’s (CIDe) adalah sebuah lembaga atau organisasi kemasyarakatan yang tak lepas dari sejarah Pergerakan tokoh Bangkalan yang sempat mengemparkan publik, yaitu Mathur Husyairi.
Dimana, pada 20 Januari 2020 silam, ia tertembak oleh orang yang tidak dikenal, yang hingga saat ini, peristiwa itu masih menjadi misteri karena juga belum terungkap siapa pelakunya.

Tetapi, kejadian tersebut tidak lepas dari Mathur husyairi yang selalu mengkritisi pemerintah Bangkalan. Sudah banyak media nasional yang memberitakan kejadian tersebut.

Menurut beberapa sumber pemberitaan di media sosial, penembakan terhadap masyhur husyairi itu dilatarbelakangi oleh aktivitasnya yang selalu mengkritisi pemerintah Kabupaten Bangkalan.
CIDe sendiri didirikan oleh Mathur Husyairi, Aliman Harish, dan sekawanan sejak tahun 2007 silam. Lembaga itu berfokus pada Gerakan sosial masyarakat, kajian keislaman dan demokrasi.

Selama ini, gerakan nyata CIDe yaitu aktif melalakukan pendampingan sosial kemasyarakatan, melakukan adovakasi dan bergerak dibidang anti korupsi serta mendorong transparansi. Baik dalam wilayah kabupaten, ataupun provinsi, Jawa timur hingga pemerintah pusat .
Perkembangan lembaga tersebut begitu pesat, di bawah kepemimpinan Mathur, jejaring Lembaga tersebut meluas sampai tingkat internasional, dimana pada tahun 2017, dia mendapatkan kesempatan mengikuti International Visitor Leadership Program (IVLP) di Amerika serikat.

CIDe yang sudah didirikan sejak lama, tentu saja mempunyai potensi yang luar biasa, dan juga cukup luas jaringannya. Tak hanya sekedar kabupaten dan provinsi, tetapi hingga internasional. Yang demikian membuat Ahmad Annur, selaku generasi muda yang saat ini menempuh pendidikan Sekolah Pascasarjana Unair Surabaya jurusan Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM) mau melanjutkan dan mengembangkan organisasi tersebut.
Setelah Mathur Husyairi menjadi Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Ia meresa harus ada regenerasi yang bisa melanjutkan perjuangannya Mathur Husyairi di CIDe.

Berangkat dari itu, Ahmad Annur
Bertekad melanjutkan, alias menggantikan Mathur Husyairi melanjutkan misi besar CIDe. Dan sekarang, lembaga tersebut kembali aktif dan fokus pada mengawal kebijakan Pemprov Jatim, melakukan advokasi sosial dan mendorong transparansi sebagaimana UU No 14 Tahun 2008.

Hal itu bukan tanpa dasar, menurut Dari sudut pandang Ahmad Annur, Jawa timur merupakan wilayah dimana sebagian besar pejabat publik tidak mau terbuka terkait tata Kelola keuangannya. Sehingga mendorong transparansi menjadi penting dilakukan. Oleh sebab itu, Ahmad Annur antusias untuk memulai gerekan-gerakan di dunia aktivisnya. [ Red/Akt-01/Dristy Aulia ]

 

AktualNews

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed