oleh

Bupati Karanganyar Ciptakan Narasi Segar, Pemilu Penuh dengan Kedamaian dan Kedewasaan Berdemokrasi

Karanganyar, AktualNews – Narasi segar dengan gagasan positif untuk kemajuan Indonesia harus terus disosialisasikan jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Pasalnya, wilayah sensitif terkait keyakinan dan pilihan hati, jangan sampai dibawa ke ranah politik, agar pesta demokrasi yang lezat, pemilu yang rukun, damai dan menyenangkan serta kedewasaan dapat terwujud.

Demikian disampaikan Bupati Karanganyar, Juliyatmono usai mengisi materi tentang Pemilu Serentak 2024, Momentum Kebangkitan Demokrasi dalam acara Diskusi Demokrasi (Diksi) oleh Bawaslu Karanganyar, Rabu (25/5).

Menurut politisi Partai Golkar itu, demokrasi itu melibatkan partisipasi masyarakat untuk kepentingan negara. Pesta itu menyenangkan. Makanannya lezat. Tak ada pesta yang isinya saling bertentangan, melukai, dan saling mendeskreditkan. Maka pada momentum kebangkitan Nasional ini menjadi momentum kebangkitan Demokrasi, dengan terselenggaranya pesta Demokrasi yang menyenangkan.

“Pesta itu kan makanannya enak semua, soto lezat, sate lezat, tengkleng lezat. Masalah beda pilihan itu harus saling menghormati. Yang harus disosialisasikan narasinya harus menyegarkan. Dan juga tak boleh menyentuh wilayah personal, wilayah hati, memilih ini masuk surga memilih itu masuk neraka. Pikiran yang tak sehat ini yang tak boleh,” jelasnya.

Maka, informasi bahwa tanggal 14 Februari 2024 itu ada pemilu, memilih presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan Kabupaten harus terus disosialisasikan. Semua masyarakat harus tahu. Juliyatmono juga berpandangan, konstitusi negara ini mengatur dua periode pemerintahan sudah bagus dan ada penyegaran setiap 5 tahun. Agar tak jenuh dan memunculkan gagasan-gagasan segar dan mencerdaskan.

“Dengan narasi yang sehat, gagasan yang segar, tak ada pikiran yang buruk, diharapkan tak ada gesekan. Karena setelah pemilu masih bertemu lagi,” ungkapnya.

Jika ada yang tak seirama dengan aturan yang ada. Fungsi Bawaslu membuat pemilu nyaman. “Karena jika wasitnya profesional dan independen. Panitianya top. Pemainya sportif. Wasit tegas, panitia bagus. Kalah yo marem,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti mengatakan, program Diksi atau Diskusi Demokrasi sudah diadakan selama 2 tahun ini. Isu yang diangkat biasanya tematik. “Sejak pandemi itu, kita undang pemateri sesuai tema, ini momen Kebangkitan Nasional, kita undang Pak Bupati bicara tentang Kebangkitan Demokrasi,” pungkasnya. (Red/Akt-52 Dawam)

 

AktualNews

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed